GAME BELAJAR UNTUK SI KECIL

Tidak pernah ada kata terlalu dini bagi anak Anda untuk menjadi akrab dengan huruf dan angka.  ABC Sebran berisikan gambar-gambar berwarna, musik yang menyenangkan, dan permainan ringan yang  mengajarkan huruf, angka, matematika sederhana, dan dasar-dasar membaca.

Program ini mengajarkan baik menggunakan Bahasa Afrikaans, Bahasa Indonesia, Breton, Catalan, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Lithuania, Norwegia, Polandia, Portugis, Rumania, Samoa, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Turki, Swahili atau Swedia (di Swedia, zebra lucu gracing layar utama ini disebut “sebran“).

Enam latihan sederhana menampilkan empat kemungkinan jawaban. Pilihan jawaban yang benar akan mendapatkan wajah tersenyum, dan pilihan yang salah mendapat wajah cemberut tapi masih ada dua kesempatan untuk mencoba lagi. Pada bagian how many/Berapa Banyak? berisikan permainan menghitung memperkenalkan angka dari 1 sampai 9 dan operasi hitung yang digunakan adalah penjumlahan, pengurangan, dan perkalian, yang terdapat dua tingkat kesulitan. Dalam Pilih sebuah Gambar, salah satu dari empat gambar sesuai kata,  Surat Pertama menawarkan empat huruf yang mungkin menyelesaikan sebuah kata. Anak Anda dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam latihan-latihan untuk bermain Memori, Memori Word, atau Hangman. Hingga akhirnya, Hujan ABC, Hujan Surat, dan 1 +2 game Hujan membantu melatih kecepatan jari-jari kecil dalam menggunakan keyboard.

Sebran ABC adalah freeware dan berjalan di bawah Windows 2000, XP, Vista atau Windows 7.

Pada 2006/09/01: Versi 1,46 dari Sebran dirilis. Pada 2011/04/04 : Program instalasi telah diupdate untuk memperbaiki masalah dengan instalasi font yang di bawah Windows 7 termasuk pilihan untuk menggunakan huruf hanya lebih rendah, dan perbaikan bug dalam pemutaran musik. Tidak ada regristrasi untuk program Sebran ini.

Anda dapat memasukkan daftar kata Anda sendiri untuk digunakan dalam permainan Hangman. Hanya membuat file teks dalam folder program Sebran (biasanya C: \ Program file \ Sebran), disebut hangman.txt, di mana Anda memasukkan satu kata atau frasa singkat per baris. Anda dapat menggunakan Notepad untuk membuat file ini. Kemudian Anda menjalankan Sebran, daftar ini akan digunakan sebagai ganti dari built-in daftar.  Maksimal 200 kata atau frase dapat dimasukkan.

Beberapa review dari Sebran ABC:

“Para layar penuh yang lezat grafis, musik ceria, dan efek suara yang menarik adalah cara yang pasti apik untuk menjaga orang-orang muda kembali untuk bermain dan belajar – dan mereka membuat pengalaman yang cukup menyenangkan untuk orang dewasa juga.”
– ZDNet, September 2000

“Belum pernah ada program semacam ini, benar-benar sederhana dan khusus. Untuk anak-anak belajar huruf dan angka, Sebran menawarkan sebuah stasiun bermain besar untuk kesenangan dan eksplorasi Anak-anak bisa bermain Hangman, Memori, dan Air hujan, atau belajar matematika dengan penambahan, pengurangan, dan perkalian. Download ini adalah cara terbaik untuk mulai anak-anak muda pada komputer, dan banyak Preschool, TK, dan guru Grade Pertama akan menemukan baik bernilai waktu mereka. “.
-. Kidsdomain.com

Ucapan Terima Kasih
Bagi orang-orang berikut yang telah membantu untuk menterjemahkan:
Michal Brabec
Ceko
Amer Ahmetasevic
Kroasia
Katja Thiergärtner
Jerman
Chrissi Nerantzi
Yunani
Rafael Gustavo Spigel
Portugis (Brasil)
Eugen Cojocaru
Rumania
Kristen Stadlin Gómez
Spanyol (Amerika Latin)
Source code
Sebran ditulis dalam Delphi 4.0. Kode sumber telah dirilis di bawah lisensi publik GNU.

Saya akan sangat senang, jika seseorang akan membuat versi untuk Linux atau Macintosh.
Download source code untuk Sebran ABC

catatan: Game ini juga sangat disarankan untuk tutorial  IAIDBE2USAID

Untuk download Sebran’s ABC klik DISINI

Lebih banyak lagi halaman-halaman yang menyenangkan untuk kegiatan belajar putra putri anda :

Iklan

SERTIFIKASI = Menuju Guru Yang Lebih Profesional…………..???

Tanggal 25 November lalu, para “Oemar Bakri” telah memperingati hari Guru Nasional. Tanggal tersebut tampaknya telah menyita perhatian sebagian kalangan masyarakat “khususnya para pendidik” dengan berbagai sorotan, kritikan dan komentar yang mencuat di media massa. Ada banyak hal yang menjadi perbincangan seputar peringatan Hari Guru ini. Misalnya, persoalan sertifikasi guru, profesionalisme guru pasca kepemilikan sertifikat, kesejahteraan guru, masalah penilaian portofolio dan kejujuran guru dalam usaha mencapai sertifikat, logika yang keliru dari penilaian portofolio, kecemburuan sosial antara guru senior dan junior dan sebagainya. Inti dari berbagai sorotan tersebut, tampaknya sangat dipengaruhi oleh adanya sertifikasi guru yang telah memperlihatkan berbagai keganjilannya.

Peringatan Hari Guru Nasional tersebut, hendaknya dijadikan sebagai momentum oleh kita semua, khususnya orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan atau kita yang terlibat langsung ikut mengurusi persoalan guru, untuk lebih arif dalam melihat persoalan-persoalan guru hari ini dan ke depan.

Beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi kita semua adalah persoalan sertifikasi guru dan hubungannya dengan profesionalisme, kejujuran dan dampak sosial dari adanya sertifikasi ini telah banyak menuai sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Karena keterbatasan ruang, maka pada kesempatan ini kami hanya menguraikan keterkaitan antara sertifikasi guru dan profesionalisme guru.

Sertifikat Guru = Profesionalisme Guru
Sebelum saya menguraikan hubungan antara sertifikasi guru dan profesionalisme maka akan diuraikan terlebih dulu tentang pengertian profesi. Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. Sedangkan profesional menunjuk dua hal, yakni orangnya dan penampilan atau kinerja orang itu dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Sementara profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat penampilan seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu . (Suparlan, 2006:71).

Berdasarkan pengertian tersebut, maka pengertian “Pendidik” yang tertuang di dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam pasal 39, yaitu: Pasal (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Pasal (2), Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik perguruan tinggi.

Sebagai tenaga profesional, maka guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (accupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus, seperti dokter, insinyur, tentara, wartawan, dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebih spesifik. Dalam dunia yang semakin maju, semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi, yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu, termasuk guru sebagai profesi (Suparlan, 2006:73).

Seorang guru yang telah memiliki sertifikat, maka secara langsung orang akan menyimpulkan bahwa ia adalah seorang guru yang profesional. Indikasinya, karena ia telah lulus penilaian portofolio. Namun, apakah ada jaminan jika seorang guru yang telah memiliki sertifikat maka ia secara otomatis sebagai guru profesional? Seharusnya memang demikian. Karena yang namanya profesionalisme itu adalah sebuah istilah yang diperoleh setelah melalui sebuah proses tahapan tertentu. Karena ia telah melewati tahapan tertentu itulah, maka itu ia disebut profesional.

Artinya bahwa, seorang guru yang telah melalui penilaian portofolio itu sangat wajar bila gelar profesionalisme disandangnya. Berdasarkan ”gelar baru” itulah guru dapat bekerja secara profesional dan maksimal, sebagaimana profesi-profesi lainnya seperti seorang dokter, psikolog, sejarawan, antropolog, sosiolog, insinyur, termasuk juga tukang pijat, tukang mebel dan sebagainya.

Sebagai contoh profesi seorang dokter. Misalnya seorang dokter spesialis kandungan. Apa yang bisa kita lihat dari profesi mereka. Pertama, penguasaan materi keilmuan. Seorang dokter kandungan sangat paham kondisi seorang ibu yang sedang hamil, baik kesehatan sang ibu ataupun sang anak. Ia mampu memberikan nasehat berdasar ilmu kandungan kepada ibu-ibu yang hamil agar si ibu tetap sehat, bahagia, fresh selama kehamilan dan menghadapi proses persalinan. Berdasarkan hasil konsultasi mendalam dengan sang dokter tadi, maka si ibu pun merasa lega, bahagia, tenang dan tetap sehat selama hari-hari menunggu kelahiran anak. Intinya sang ibu puas atas segala nasehat dokter, dan ia pun tidak segan-segan mengeluarkan uang berapa pun untuk keperluan itu.

Begitu pula dengan profesi tukang pijat. Ia disebut profesional karena adanya kepuasan yang dirasakan oleh si pelanggan. Ia mampu ”menyihir” seseorang yang kecapaian, lesu, tidak bersemangat, penyakitan menjadi seorang yang segar bugar, otak dan fisik fresh kembali dan akhirnya siap beraktifitas lagi sebagaimana hari-hari biasanya. Karena si tukang pijat sangat piawai melihat titik atau syaraf-syaraf melalui tangannya itulah sehingga ia pun bisa dikatakan seorang pekerja yang berprofesi sebagai tukang pijat dan sangat profesioanl dari segi keakuratan atau hasil pijatan, dan berbagai prosedur lainnya yang dijalankan dan disarankan sehingga pasien dapat merasakan hasil dari pekerjaan tukang pijat tadi.
Bagaimana dengan profesi seorang guru? Seorang guru pun dikatakan profesional jika ia mampu menjalankan seperti kedua contoh di atas. Intinya hasil pekerjaan guru ”memuaskan” pelanggan. Pertanyaannya, sudahkah guru mampu memuaskan pelanggan? Mari kita diskusikan melalui sebuah contoh ilustrasi di bawah ini.

Kehadiran bimbingan belajar, seperti Primagama, Ganesha, dan Neutron serta berbagai bimbingan belajar lainnya adalah sebuah indikasi tidak profesionalnya guru, walaupun sebagian guru ada yang ikut nyambi jadi tentornya, termasuk penulis (dulu). Mengapa kok siswa –dan tentunya juga para orang tuanya– justru menjadikan bimbingan belajar sebagai idola dan solusi belajarnya? Dan, mengapa mereka tidak peduli dengan biaya yang harus dikeluarkan?. ”Yang penting anakku lulus pada saat UNAS nanti” harapan seorang Bapak atau Ibu.

Beberapa faktor yang membuatnya demikian adalah karena bimbingan belajar mampu menjadi solusi bagi seorang anak yang mengalami kesulitan belajar di sekolah. Bimbingan belajar mampu memberikan solusi-solusi kesulitan belajar yang tidak didapatkan pada guru Matematikanya, Bahasa Inggrisnya, Sejarahnya, IPS-nya, atau IPA-nya di sekolah. Akhirnya, bimbingan belajar adalah solusi terbaik untuknya.

Fenomena di atas bukanlah hal yang baru bagi kita. Dan mungkin saat ini, kita pun juga mengalami hal yang sama. Saya sendiri sedang mengkursuskan anak saya pada salah satu bimbingan belajar, walaupun tentornya adalah gurunya sendiri. Hal ini membuktikan bahwa guru itu belum profesional karena belum bisa memuaskan para pelanggannya di sekolah. Seharusnya anak didiknya tidak perlu lagi mencari solusi lain untuk mengatasi masalah belajarnya. Guru di sekolah harus mampu memberikan solusi terbaik bagi peserta didiknya. Kalau ia mampu, dan anak didiknya ternyata tidak mencari ”tempat lain” untuk menyelesaikan masalah belajarnya, maka sebenarnya guru itu sudah bisa dikatakan profesional.

Banyak hal yang dapat dilakukan profesi guru di sekolah dalam rangka mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap guru. Pertama, jadilah seorang guru yang profesional yang sangat paham, mengerti akan ilmu yang diajarkannya sehingga peserta didik merasakan sebuah kenikmatan tersendiri selama dan pasca materi diberikan oleh guru. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kognitif tapi juga afektik dan psikomotorik serta dapat dirasakan manfaatnya ketika berada di luar sekolah, semacam keterampilan life skill. Kedua, ciptakan suasana yang menarik, dan memiliki daya tarik dalam proses belajar mengajar dalam kelas sehingga siswa benar-benar dapat merasakan kenikmatan dan betah berlama-lama belajar dengan guru di sekolah, sehingga jika ada hari libur anak-anak justru kecewa, bukan malah sebaliknya seperti saat ini.

Masih banyak lagi jalan untuk meningkatkan kualitas misalnya dengan menciptakan dan gunakan berbagai model pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan media pembelajaran yang tepat bagi siswa. Karena bisa jadi cocok bagi kita belum tentu baik untuk siswa, sehingga proses evaluasi menjadi penting untuk menilai kemampuan kita dalam menyampaikan materi, dan menggunakan berbagai metode, model, media dan strategi tadi.
Melalui tulisan ini, saya mengajak kepada diriku sendiri dan semua guru untuk memaknai sertifikasi sebagai suatu tuntutan profesionalisme. Dengan adanya sertifikasi guru dan dosen, maka bukan hanya berarti kesejahteraan meningkat, akan tetapi, lebih jauh dari itu adalah dapat memaknai sebagai suatu tuntutan moral yakni dapat menjadi guru yang lebih profesional lagi, hari ini dan akan datang. Majulah guru, majulah dunia pendidikan Indonesia dan majulah Bangsaku.

SUARA MERDEKA CETAK – Ada Uji Awal sebelum Ikut Sertifikasi

Ada wacana baru proses sertifikasi guru. Mulai 2012, guru yang akan mengikuti sertifikasi diharuskan mengikuti uji awal. Jika lolos, baru boleh mengikuti sertifikasi. Jika tidak lolos, dia harus mengulang lagi pada periode berikutnya. selengkapnya baca ……………

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Komplit

Bagi para Bapak dan Ibu guru yang sedikit merasa membutuhkan contoh RPP untuk bahan perbandingan (referensi) dalam pembuatan RPP di SD silakan anda klik tautan sbb:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SBK TEMATIK kelas 2

 

RPP Pendidikan Agama Islam:

 Kelas 1kelas 2kelas 3kelas 4 kelas 5kelas 6

RPP IPS :

Kelas 1kelas 2kelas 3kelas 4kelas 5kelas 6

RPP IPA :

Kelas 1 kelas 2kelas 3 kelas 4kelas 5kelas 6

RPP PKn :

Kelas 1kelas 2kelas 3kelas 4kelas 5 kelas 6

Bahasa Inggris :

Kelas 1kelas 2kelas 3kelas 4kelas 5kelas 6

RPP Bahasa Indonesia :

Kelas 1kelas 2kelas 3 kelas 4kelas 5kelas 6

RPP Matematika :

Kelas 1kelas 2 kelas 3kelas 4kelas 5kelas 6

 

Catatan : Semua file yang ber-ekstensi.rar hanya bisa anda buka dengan program zip (contoh, winrar#1/#2)

SERAH TERIMA PSBG KEPADA PEMERINTAH DAERAH

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SERAH TERIMA HIBAH DBE-USAID KEPADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DEMAK

Pada tanggal 6 Oktober 2010 telah berlangsung acara Serah Terima Hibah PSBG dari DBE-USAID kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Demak. Dalam hal ini Pihak DBE-USAID diwakili oleh Mr. Vincent Da Costa (Coordinator Provincy of Central Java) dan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Demak diwakili oleh Bapak H.M. Asyik (Wakil Bupati). Acara yang berlangsung  khidmat ini dihadiri pula oleh Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Demak, Kepala UPTD Kecamatan Demak dan Wonosalam, Pengawas Sekolah Dasar/MI Kecamatan Demak dan Wonosalam, Kepala Sekolah dan Guru SD/MI se-Kecamatan Demak dan Wonosalam.

Maksud dan tujuan  serah terima ini adalah dikarenakan karena telah berakhirnya MOU kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan USAID (Rakyat Amerika) dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan di Indonesia, maka untuk keberlanjutan seluruh Program yang telah dirintis oleh USAID ini agar dapat dilanjutkan dan dikembangkan dengan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Demak.

Semoga Program dari USAID ini dapatlah berjalan dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan demi Kemajuan Dunia Pendidikan di Indonesia.

Kegiatan

Harapan dan kebahagiaan yang terbesar adalah ” Dapat melihat mereka belajar dengan suka cita dan keikhlasan hati “

VISI, MISI DAN TUJUAN

VISI

TERCIPTANYA WARGA GUGUS YANG BERBUDAYA DAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT

MISI

1. MENINGKATKAN KETAQWAAN WARGA BELAJAR TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA;

2. MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI GUGUS KI HADJAR DEWANTORO;

3. MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU;

4. MENINGKATKAN MUTU PROSES BELAJAR MENGAJAR;

5. MENINGKATKAN KETRAMPILAN GURU DALAM MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN;

6. MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KONDUSIF.

TUJUAN

1. MENGOPTIMALKAN KINERJA WARGA GUGUS MELALUI PERTEMUAN KKG DAN KKKS;

2. MEMANFAATKAN PSBG SEBAGAI TEMPAT PELATIHAN BAGI GURU DAN KEPALA SEKOLAH;

3. MENGGUNAKAN PSBG UNTUK MENGADAKAN KERJA SAMA YANG HARMONIS DENGAN DINAS DAN INSTANSI TERKAIT;

4. MENGEMBANGKAN KREATIFITAS GURU UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME

5. MENGOPTIMALKAN KINERJA WARGA GUGUS DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN;

6. MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGUASAAN TEKNOLOGI MULTI MEDIA;

7. MENGEMBANGKAN MEDIA PENDIDIKAN.